Kamis, 27 Mei 2010

Hamil dan Tanda-Tanda Kehamilan

Hamil adalah sebuah proses yang diawali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma dan keduanya menyatu membentuk sel yang akan bertumbuh (BKKBN, 2004).
Seorang ibu belum tentu dikatakan hamil apabila hanya memiliki tanda-tanda seperti terlambat haid, mual, muntah, perut dan payudara membesar karena dikatakan hamil apabila sudah terdengar bunyi denyut jantung janin serta terlihatnya tulang janin melalui Ultra Sono Grafi (USG) dan dalam foto rontgen (Mochtar, 2002).

Pathofisiologi Kehamilan
Proses kehamilan merupakan mata rantai berkesinambungan, masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya kehamilan normal kira-kira 280 hari (40 minggu) sampai 300 hari (42 minggu) yang terhitung dari haid terakhir. Kehamilan 40 minggu disebut kehamilan cukup bulan, bila kehamilan lebih dari 42 minggu disebut kehamilan post matur. Kehamilan dibagi 3 fase yaitu trimester I (antara 0 sampai 12 minggu) trimester II (antara 12 minggu sampai 28 minggu) dan trimester III (antara 28 minggu sampai 40 minggu).
Menurut Wiknjosastro (2002) pada wanita hamil terdapat tanda dan gejala antara lain sebagai berikut :
a. Tanda dugaan hamil/ tanda-tanda presumptif
1) Amenore
Gejala ini sangat penting karena umumnya wanita hamil tidak haid lagi. Penting diketahui tanggal hari pertama haid terakhir, supaya dapat ditentukan tuanya kehamilan dan perkiraan persalinan.
2) Nausea (enek) dan Emisis (muntah)
Enek umumnya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan, disertai kadang-kadang oleh emosi.
Morning Sickness dalam batas-batas tertentu keadaan ini masih fisiologik. Bila terlampau sering, dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dan disebut Hiperemisis Grafidarum.
3) Mengidam (Menginginkan makanan atau minuman tertentu)
Mengidam sering terjadi pada bulan-bulan pertama akan tetapi menghilang dengan makin tuanya kehamilan.
4) Pingsan
Sering dijumpai bila berada pada tempat-tempat ramai. Dianjurkan pada bulan-bulan pertama tidak berada di tempat itu. Keadaan ini akan hilang sesudah kehamilan 16 minggu.
5) Payudara tegang dan membesar
Keadaan ini disebabkan oleh pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktuli dan alveoli di payudara.
6) Anoreksia (tidak nafsu makan)
Pada bulan-bulan pertama tidak anoreksi, tetapi setelah itu nafsu makan timbul lagi. Hendaknya dijaga jangan sampai salah pengertian makan untuk “dua orang” sehingga kenaikan berat badan tidak sesuai dengan tuanya kehamilan.
7) Sering kencing
Kejadian ini terjadi karena kandung kencing pada bulan-bulan pertama kehamilan karena tertekan uterus yang mulai membesar. Pada tri wulan kedua umumnya keluhan ini hilang oleh karena uterus yang mulai membesar dari rongga panggul. Dan menekan kembali kandung kencing.
8) Obstipasi (sulit buang air besar)
Keadaan ini karena pengaruh progesterone dapat menghambat peristaltik usus.
9) Pigmentasi kulit
Terjadi pada usia kehamilan 12 minggu ke atas pada pipi, hidung dan dahi, kadang-kadang nampak deposit pigmen yang berlebihan, dikenal sebagai kloasma grafidarum. Areola mamae juga menjadi lebih hitam karena didapatkan deposit pigmen yang berlebih daerah leher hitam (linea gresia). Pigmentasi ini terjadi karena pengaruh dari hormone steroid plasenta yang merangsang melanofor dari kulit.
10) Epulis Hipertropi dari papil gusi terjadi pada trimester pertama
11) Varises
Sering dijumpai pada trimester terakhir. Didapat pada daerah genetalia eksterna, fosa paplitea, kaki dan betis. Pada multi gravida kadang-kadang varises ditemukan pada kehamilan terdahulu, timbul kembali pada trimester pertama. Kadang-kadang timbul varises merupakan gejala kehamilan muda.


Tanda-tanda kehamilan
1) Tanda Pasti Kehamilan (Wiknjosastro, 2002)
Gerakan janin pada primi-gravida dapat dirasakan oleh ibunya pada kehamilan 18 minggu, sedangkan pada multigravida pada 16 minggu, oleh karena sudah berpengalaman dari kehamilan terdahulu. Gerakan janin kadang-kadang pada kehamilan 20 minggu dapat diraba secara obyektif oleh pemeriksa, balotemen dalam uterus sudah dapat diraba pada kehamilan lebih tua. Bila dilakukan pemeriksaan dengan sinar roentgen kerangka fetus mulai dapat dilihat. Dengan alat fetal electro cardiography denyut jantung janin dapat dicatat pada kehamilan 12 minggu. Dengan stetoscope Laennec bunyi jantung janin baru dapat didengar pada kehamilan 18–20 minggu, dan juga dapat didengar bising dari uterus yang sinkron dengan nadi ibu karena pembuluh pembuluh darah uterus membesar. Dalam triwulan terasa gerakan janin lebih gesit. Bunyi jantung janin juga dapat didengar lebih jalas. Bagian-bagian besar janin, ialah kepala dan bokong, dan bagian bagian kecil, ialah kaki dan lengan, dapat pula diraba dengan jelas. Pada primi-gravida kepala janin mulai turun pada kehamilan kira-kira 36 minggu, sedang pada multi-gravida pada kira-kira 38 minggu, atau kadang-kadang baru turun pada permulaan partus. Dari keseluruhan yang diuraikan maka diagnosis pasti kehamilan dapat dibuat apabila :
a) Dapat diraba dan kemudian dikenal bagian-bagian janin.
b) Dapat dicatat dan didengar bunyi jantung janin dengan beberapa cara.
c) Dapat dirasakan gerakan janin dan balotemen.
d) Pada pemeriksaan dengan sinar rontgen tampak kerangka janin.
e) Dengan Ultrosonografi (scanning) dapat diketahui ukuran kantong janin, panjang janin (crown-rump), dan diameter biparietalis hingga dapat diperkirakan tuanya kehamilan, dan selanjutnya dapat dipakai untuk menilai pertumbuhan janin.
Jika diketemukan salah satu tanda pasti maka diagnose kehamilan dapat dibuat pasti. Tanda-tanda pasti baru timbul pada kehamilan yang sudah lanjut. Yaitu diatas 16 minggu tapi dengan menggunakan ultra sounografi kehamilan sudah nampak pada kehamilan 10 minggu dan bunyi jantung janin sudah dapat didengar pada kehamilan 12 minggu.
Tanda-tanda kehamilan menurut BKKBN (2004) adalah sebagai berikut:
a) Tidak datang haid
b) Pusing dan muntah pada pagi hari
c) Buah dada membesar
d) Daerah sekitar puting menjadi agak gelap
e) Perut membesar
Tidak datang haid disebabkan oleh konsepsi dan nidasi mulai mengeluarkan hormon, maka pertumbuhan dan perkembangan folikel tidak terjadi sehingga tidak terjadi menstruasi (Manuaba, 1998). Buah dada yang membesar disebabkan oleh terjadinya perubahan peredaran darah. Persaan ngidam sering terjadi di pagi hari ditandai dengan mual, pusing dan tidak ingin makan. Perut membesar seiring dengan perkembangan janin yanga ada di dalam perut.
Kehamilan juga dapat diketahui dengan menggunakan alat ultra sonografi (USG), kehamilan yang berumur masih sangat muda pun bisa dideteksi dengan menggunakan alat ini. Tanda kehamilan dengan metode konvensional kepastian hamil bila teraba bagian janin, terabagerakan janin, terdengar detak jantung janin
2) Faktor resiko pada kehamilan
Faktor-faktor resiko pada ibu hamil (Jiea, 2002). Faktor resiko kehamilan adalah setiap faktor yang berhubungan dengan meningkatnya kesakitan dan kematian ibu dan bayi.
a) Primi muda umur kurang dari 20 tahun dan primi tua lebih dari 35 tahun.
b) Jarak kehamilan kurang dari 2 tahun
c) Pernah melahirkan lebih dari 4 kali
d) Mengalami kesulitan pada persalinan yang lalu (bayi lahir mati, sungsang, bayi tidak cukup umur, operasi pada waktu melahirkan, kejang-kejang dan lain-lain)
e) Tinggi badan kurag dari 145 cm
f) Lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm
g) Mempunyai riwayat penyakit menahun (misal : malaria, TBC, sakit jantung, dan lain-lain).


Perawatan selama kehamilan
a. Ante natal care (ANC) adalah pemeliharaan kehamilan yang dilakukan untuk memeriksa keadaan ibu dan janin secara berkala, yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan (DepKes RI, 2002).
b. Jenis pemeriksaan “ 7 T ”
1) Timbang berat badan
2) Ukur tekanan darah
3) Ukur tinggi fundus uteri
4) Pemberian imunisasi TT
5) Pemberian tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan
6) Tes terhadap penyakit menular seksual
7) Temu wicara dalam persiapan rujukan
Sumber pelayanan tersebut diatas hanya dapat diberikan oleh tenaga kesehatan yang professional tidak dapat diberikan oleh dukun bayi (Saifudin, 2001).
c. Manfaat ANC
1) Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.
2) Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial ibu dan bayi.
3) Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
4) Mempersiapkan persalinan cukup bulan. Melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
5) Mempersiapkan agar nifas berjalan normal dan pemberian ASI ekslusif.
6) Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal
http://www.mitrariset.com/2009/04/h-m-i-l.html

1 komentar: